Senin, 07 Januari 2013

Makanan halal Di Jerman


Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam perut kita. Setiap makanan yang kita amakan akan menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh kita. Agar tubuh kita tidak terkotori oleh makanan yang dibenci atau dilarang leh Allah, maka tentunya kita harus pandai-pandai memilih sumbernya: yang Halal dah Thayib (baik). Di negeri yang sebagian besar penduduknya adalah non-muslim seperti di Jerman ini, menjaga perut agar tidak terisi oleh makanan yang tidak halal atau diragukan kehalalannya tentu membutuhkan usaha yang lebih keras dan kehati-hatian yang lebih tinggi dibandingkan ketika berada di negeri kaum muslimin seperti di tanah air. Yang utama tentunya adalah menghindari makanan dan minuman yang memabukkna dan mengandung daging babi. Namun Alhamdulillah, di negeri Jerman ini, jumlah kaum muslimin cukup banyak dan tidak sedikit yang membuka toko, restaurant, atau warung cepat saji (Kebap Imbiss) dengan sajian makana halal. Daging segar dari ayam , kambing, atau sapi biasanya didapatkan di supermarket Turki atau Arab. Mereka biasanya juga menyediakan makanan beku cepat olah yang halal, semisal sosoi, salami, nugget, burger, kebab, dan semacamnya.
Bagi orang Muslim yang berada di Frankfurt dapat memilih makanan di sejumlah restoran khas asal Turki atau negara-negara Timur Tengah. Sebab makanan yang mereka jual dijamin halal dan memang dikhususkan untuk warda muslim yang ada di negeri itu. (Yusron Sjarief dan Anambotono, reporter dan cameramen SCTV yang tengah memburu berita World Cup 2006 di Jerman).
Dengan membeli makanan di restaurant khas Turki lebih menjamin kehalalan makana tersebut, karena kita semua tahu bahwa Turki adalah Negara Islam.
Ini cerita yang berbeda di Jerman, dimana supermarket hanya menawarkan sedikit pilihan makanan halal. Banyak pengecer enggan untuk mengorbankan hewan sesuai dengan aturan Islam karena mereka khawatir mereka akan mendapatkan masalah dengan kelompok-kelompok perlindungan hewan. Undang-undang Jerman melarang menyembelih hewan yang belum dibius terlebih dahulu. Bagi sebagian besar umat Islam , hewan dibius dianggap sudah mati, dan Al Qur’an melarang memakan daging bangkai. Untuk menyiasati masalah ini, banyak Produsen halal Jerman menyetok persediaan dagimg mereka di luar negeri. “Kita harus memperhitungkan era dimana aturan-aturan Nabi ditulis dan tidak boleh secara membuta mengikuti aturan-aturan tradisional,” kata Yusuf Calkara dari Lembaga Sertifikasi Halal Eropa di Hamburg. tapi sertifikasi lain yang lebih ketat. “Secara industry daging olahan tidak pernah halal,” kata Mahmoud Tatari dari Halal Control di kota barat Russelsheim. Menurut aturan Islam, ternak tidak boleh menderita stress atau kesakitan, dan produksi missal tidak sesuai dengan persyaratan tersebut, katanya.
Undang-undang Jerman tersebut sangat disayangkan sekali. Tapi dengan adanya penyetokan daging yang berasal dari luar negeri, sangat membantu para muslimin yang tinggal di Jerman untuk mendapatkan makanan halal.
Itu tedak mengherankan mengingat bahwa orang-orang keturunan Turki di Jerman diperkirakan memiliki daya beli sebesar € 20 milyar per tahun. Nestle sudah menghasilkan lebih banyak dari produk halal daripada yang dilakukannya pada makanan organic. Makanan halal tidak hanya sosis atau daging. Semua makanan dapat menjadi halal, dari keju tanpa enzim hewan hingga biscuit, rempah-rempah dam kopi, asalkan produsen memberdihkan mesin mereka dengan deterjen yang tidak mengandung alcohol. “Pasar halal masih jauh dari memuaskan,” kata Derya Altay dari German Federation of Turkish Wholesalers and Retailers (Federasi Jerman untuk Penggrosir dan Peritel Turki). “Dimana konsumen Jerman lainnya dapat memilih dari merek yang tak terhitung, Muslim hanya dapat memilih antara dua atau tiga.” Industri Jerman akan disarankan untuk memperluas cakrawala dan merangkul pasar halal, katanya. www.suaramedia.com.
Wajar saja kalau Pasar halal di Jerman masih jauh dari memuaskan, karena mayoritas penduduk Jerman yang beragama nonMuslim.
Untuk menghindari hal yang syubhat. Disarankan untuk membeli daging di toko-toko halal, seperti toko TUrki atau Arab. Biasanya ada di setiap masjid. Selain daging pun kita harus hati-hati. Mengapa? Karena dibeberapa makanan dan bahan makan terdapat bahan alcohol, gelatin dan zat haram lainnya. Namun, ikhwah fillah jangan khawatir sebab Jeman adalah Negara yang jujur soal ini. Namun kita sendirilah yang perlu aktif untuk bertanya apakah mengandung alcohol aau babi kepada perusahaan yang memproduksinya.
Walaupun Jerman Negara yang boleh dibilang jujur soal ini tetapi tetap daja harud berhati-hati dalam memilih makanan di Jerman. Terkecuali jika kita sudah mendapatkan tempat yang sudah direkomendasikan oleh orang yang dapat dipercaya.
Berlin – Imigran Turki di Jerman banyak yang mencari nafkah dengan membuat toko sembako. Yang dijual pun bermacam-macam, dari daging halal sampai “granat”. Lho? Granat ini tentu saja bukan sejenis bahan peledak. Namun granat ini adalah sejenis buah yang memang dijual di toko Turki. Nama lengkapnya adalah Granat Apfel alias buah apel Granat. Yang disebut Granat Apfel ini, di Indonesia adalah buah Delima. Namun ukurannya memang jumbo sehingga bentunya mirip granat. Saat detikcom mengunjuingi sebuah toko TUrki di daerah Wedig, Berlin, SAbtu (27/12/2008), tulisan ‘Granat’ besar-besar menarik perhatian mata. Granat yang satu ini dijual dengan harga 3,49 € perkilo ataiu sekitar Rp55.000
Menarik sekali dengan adanya buah “Granat” ini, selain namanya yang unik tetapi juga ukurannya yang besar dan harganya pun terhitung murah.
Toko Turki, sudah menjadi bagian dari keseharian hisup masyarakat di Jerman yang multikultur. Toko ini menjual beraneka jenis sayur dan buah local, ditambah beraneka produk makana mediterania dan Timur Tengah. Sebut saja aneka kurma, kacang-kacangan, madu, yoghurt dan keju kambing. Namun bagi umat islam di Jerman, toko Turki adalah tempatnya mencari bahan makana yang dijamin halal. Tidak perlu ragu lagi membeli beraneka produk daging mulai dari sapi, kambing atau ayam. Semua disembelih sesuai syariat islam. Sertifikat halal pun wajib dipakang ditempat penjualan daging di setiap toko Turki. Selain itu, makanan halal di Jerman tidak hanya bisa dicari di toko Turki. Kios-kios kebab attau rumah makan Timur Tengah adalah tempat makan yang juga dijamin kehalalannya. (fay/rdv).
Dengan adanya toko Turki ini, sangat membantu kam Muslim untuk mendapatkan makanan halal dengan mudah. Jadi untuk para kaum Muslim yang ingin pergi ke Jerman tidak perlu khawatir dengan kehalalan makanan diatas.

0 komentar:

Poskan Komentar